PONTIANAK – Pengurus Cabang (PC) Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) Pontianak menyatakan sikap resmi terkait hasil Kongres XIII HIKMAHBUDHI yang digelar di Hotel Same Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, PC HIKMAHBUDHI Pontianak menyatakan tidak sependapat dengan hasil kongres dan menyatakan dukungan kepada Ronaldo Haryanto sebagai Ketua Umum Presidium Pusat HIKMAHBUDHI periode 2026-2028.
Pjs. Ketua PC HIKMAHBUDHI Pontianak, Indra Wijaya, mengatakan organisasinya memandang seluruh tahapan kongres harus berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menjadi konstitusi organisasi.
“Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi supremasi AD/ART, kami memandang setiap tahapan kongres, termasuk pencalonan dan penetapan Ketua Umum Presidium Pusat, wajib memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan dalam konstitusi organisasi,” kata Indra dalam pernyataan sikap tertulis, Senin (3/8/2026).
Menurut Indra, pihaknya merujuk pada Pasal 15A ayat (2) huruf e AD/ART HIKMAHBUDHI yang mengatur seseorang tidak dapat menjadi Pengurus Presidium Pusat untuk ketiga kalinya.
Ia menyebut, dalam forum Kongres XIII sejumlah Pengurus Cabang sempat menyampaikan keberatan terhadap penerapan ketentuan tersebut.
Namun, menurutnya, keberatan itu tidak mencapai kesepakatan sehingga beberapa cabang memilih meninggalkan forum sebagai bentuk penolakan terhadap proses persidangan.
Atas dasar penafsiran terhadap AD/ART tersebut, PC HIKMAHBUDHI Pontianak berpandangan bahwa calon yang dinilai tidak memenuhi persyaratan administrasi semestinya tidak dapat menjadi dasar penetapan hasil pemilihan.
“Dalam pandangan kami, kondisi tersebut menyebabkan calon nomor urut 2, Saudara Ronaldo Haryanto, S.M., merupakan pihak yang seharusnya memperoleh mandat sebagai Ketua Umum Presidium Pusat HIKMAHBUDHI Masa Bakti 2026-2028,” ujarnya.
Karena itu, PC HIKMAHBUDHI Pontianak menyatakan dukungan kepada Ronaldo Haryanto yang dinilai memenuhi ketentuan AD/ART untuk memimpin organisasi pada periode 2026-2028.
Selain itu, mereka mengajak seluruh Pengurus Cabang dan kader HIKMAHBUDHI di Indonesia menjaga persatuan organisasi serta memperjuangkan penegakan konstitusi melalui mekanisme yang sah, damai, dan bermartabat.
“HIKMAHBUDHI harus tetap menjadi organisasi mahasiswa Buddhis yang independen, menjunjung tinggi nilai-nilai Dhamma, bebas dari kepentingan politik praktis, serta berpihak pada kepentingan kader dan kemajuan organisasi,”







Tidak ada Respon