Konsistensi Gulam Mohamad Sharon Perjuangkan Pembangunan dan Kesejahteraan Dapil Kalbar II

Editor HasbyHeadline
Gulam Mohamad Sharon, anggota Komisi 12 DPR RI saat menyerap aspirasi masyarakat Dapil Kalbar II.
Gulam Mohamad Sharon, anggota Komisi 12 DPR RI saat menyerap aspirasi masyarakat Dapil Kalbar II.
A-AA+A++

KoranDaily.com, Pontianak — Gulam Mohamad Sharon, anggota DPR RI terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Barat II, konsisten memperjuangkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Dapil Kalbar II.

Dalam blusukannya di Dapil Kalbar II, Gulam Muhamad Sharon mendengarkan berbagai persoalan dari masyarakat, mulai dari fasilitas dasar bagi masyarkat seperti akses layanan listrik dalam program listrik desa yang pembangunannya terhalang oleh perizinan kawasan hutan.

Di hadapan masyarakat Desa Kenuak, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, anggota Komisi 12 DPR RI, Gulam menegaskan akan terus memperjuangkan akses layanan listrik dalam program listrik desa.

“Banyak desa yang sebenarnya sudah masuk dalam daftar penerima program listrik desa, namun pembangunannya belum bisa dilaksanakan karena terbentur perizinan di wilayah hutan lindung dan kawasan hutan produksi,” katanya.

Politisi Partai NasDem ini menyatakan, mendorong percepatan penyelesaian persoalan tersebut. Ia mengaku telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait serta pihak PT PLN, baik PLN UID Kalimantan Barat maupun Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencari solusi terhadap berbagai kendala administratif dan teknis, sekaligus menyinkronkan proses perizinan dengan rencana pembangunan jaringan listrik di sejumlah desa yang belum teraliri listrik.

Salah satu desa yang hingga kini berharap segera mendapatkan akses listrik PLN adalah Desa Kenuak, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kepala Desa Kenuak, Gatot Wijardi menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat terkait rencana pembangunan jaringan listrik desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses energi dan program Indonesia Terang.

Gatot mengatakan, keberadaan jaringan listrik PLN menjadi kebutuhan yang sangat dinantikan masyarakat Desa Kenuak. Terlebih, sejumlah desa yang berada di sekitar dan berbatasan dengan Desa Kenuak telah mendapatkan aliran listrik PLN.

“Kami menyampaikan beberapa pernyataan sikap kepada pemerintah pusat sehubungan dengan pembangunan jaringan listrik desa dalam mewujudkan Indonesia terang,” ujar Gatot.

Menurutnya, kondisi desa-desa di sekitar Kenuak yang telah teraliri listrik PLN semakin memperkuat harapan masyarakat agar pembangunan jaringan listrik juga segera direalisasikan di Desa Kenuak.

“Kami berharap kepada pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dapat merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke Desa Kenuak. Kami juga memohon agar status desa yang berada dalam kawasan hutan tidak menjadi penghambat pembangunan jaringan listrik,” katanya.

Gatot menegaskan, masuknya jaringan listrik PLN merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Kenuak. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dapat segera merealisasikan program tersebut.

“Kami sangat berharap pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM segera dapat merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke Desa Kenuak. Jaringan listrik masuk desa merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga menyampaikan harapan kepada anggota DPR RI Gulam Mohamad Sharon agar dapat membantu menjembatani aspirasi masyarakat Desa Kenuak kepada pemerintah pusat.

“Kami sangat berharap Bapak Gulam Mohamad Sharon bisa membantu kami menjembatani dan memperjuangkan Desa Kenuak agar cepat teraliri listrik. Kami juga berharap beliau dapat membantu mempermudah proses perizinan dalam program listrik masuk Desa Kenuak pada tahun 2026 ini,” ungkap Gatot.

Ia berharap, persoalan status kawasan hutan tidak menjadi kendala yang berlarut-larut dalam pembangunan jaringan listrik. Menurut Gatot, masyarakat desa juga memiliki hak untuk mendapatkan akses terhadap infrastruktur dasar, termasuk listrik.

Gulam Muhamad Sharon menegaskan, akan terus mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi dengan kementerian terkait dan PLN. Ia berharap proses sinkronisasi perizinan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan jaringan listrik di desa-desa yang masih belum teraliri listrik dapat direalisasikan.

Percepatan elektrifikasi desa dinilai penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan penerangan masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan, perekonomian, pelayanan publik, serta meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Barat.

Dengan adanya koordinasi antara pemerintah desa, DPR RI, kementerian terkait dan PLN, masyarakat Desa Kenuak berharap pembangunan jaringan listrik dapat segera direalisasikan pada 2026 dan persoalan perizinan kawasan hutan dapat menemukan solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Red/SP)