Taklukan Adore Torres, Daud Yordan Makin Dekat Hadapi Manny Pacquiao

Editor HasbyHeadline
Daud "The Boxing Senator" Yordan meraih gelar ABF Diamond Super Welterweight usai mengalahkan petinju Filipina, Adore Torres dalam pertandingan Back to Champion 2026, yang dihelat di GOR Terpadu Pontianak, Sabtu malam, 10 Oktober 2026.
Daud "The Boxing Senator" Yordan meraih gelar ABF Diamond Super Welterweight usai mengalahkan petinju Filipina, Adore Torres dalam pertandingan Back to Champion 2026, yang dihelat di GOR Terpadu Pontianak, Sabtu malam, 10 Oktober 2026.
A-AA+A++

KoranDaily.com, Pontianak – Kemampuan dan kepiawaian Daud Yordan di atas ring tinju tak berkurang. Petinju dunia kelas Super Welterweight, Daud “The Boxing Senator” Yordan ini kembali membuktikan kemampuannya, menaklukan petinju Filipina, Adore Torres.

Hasilnya Daud Yordan sukses meraih gelar ABF Diamond Super Welterweight usai meraih kemenangan angka atas Adore Torres dalam pertandingan delapan ronde dalam pertandingan bertajuk Back to Champion 2026, yang dihelat di GOR Terpadu Pontianak, Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Kemenangan Daud Yordan ini, makin mendekatkan diri pada ambisi melawan petinju Filipina, Manny Pacquiao, pada 2027. Jika terwujud, pertarungan tersebut berpotensi menjadi salah satu duel paling menarik dalam perjalanan karier Daud. Bukan semata-mata karena mempertemukan dua petinju yang pernah merasakan gelar juara dunia, melainkan juga karena keduanya memiliki pengalaman di dunia politik dan pernah mengemban tanggung jawab sebagai senator.

Daud merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Kalimantan Barat untuk masa jabatan 2024-2029. Sementara itu, Pacquiao pernah menjadi senator Filipina pada 2016-2022 dan kemudian kembali memasuki pemerintahan Filipina pada 2026 melalui jabatan di National Anti-Poverty Commission (NAPC).

Pertemuan keduanya di atas ring akan menghadirkan cerita yang berbeda dari pertarungan tinju pada umumnya. Indonesia dan Filipina bukan hanya dipertemukan melalui olahraga, tetapi juga melalui dua figur yang menapaki perjalanan dari dunia tinju profesional menuju panggung politik.

Namun, duel tersebut masih berupa target yang sedang diupayakan. Hingga kini, belum ada kepastian bahwa Daud dan Pacquiao telah menyepakati pertandingan pada 2027.

Sebelum melangkah lebih jauh, Daud terlebih dahulu harus membuktikan kemampuannya di atas ring. Kemenangan atas Torres di Pontianak menjadi bagian penting dari upayanya menjaga peluang menuju pertarungan yang lebih besar.

Daud berhasil melewati ujian melawan Torres dalam laga utama Back to Champion 2026 yang dipersembahkan Daud Yordan Promotions. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi petinju asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, itu untuk menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki ambisi bersaing di level profesional.

Bertanding di hadapan pendukung sendiri, Daud tampil agresif sejak ronde pertama. Ia terus menekan Torres dengan kombinasi pukulan dan berusaha mengendalikan jalannya pertarungan.

Daya tarik duel Daud Yordan melawan Manny Pacquiao terletak pada cerita yang melampaui olahraga. Keduanya memiliki latar belakang sebagai petinju profesional dan pengalaman menjalani kehidupan politik. Daud mewakili Kalimantan Barat di DPD RI, sedangkan Pacquiao pernah duduk di Senat Filipina dan kembali mengemban tugas pemerintahan.

Apabila pertandingan itu terwujud, duel tersebut berpotensi menarik perhatian penggemar tinju dari kedua negara. Nama besar Pacquiao dan perjalanan karier Daud dapat menjadi daya tarik tersendiri, terlebih jika pertandingan diselenggarakan dengan format dan kelas yang sesuai dengan kesepakatan kedua pihak.

Namun, perbedaan usia, kondisi fisik, kelas pertandingan, dan kesiapan masing-masing petinju akan menjadi faktor penting dalam menentukan kemungkinan duel tersebut.

Karena itu, rencana menghadapi Pacquiao masih harus ditempatkan sebagai target, bukan pertandingan yang sudah dipastikan berlangsung pada 2027.

CEO Daud Yordan Promotions, Alex Kristian, menyampaikan adanya peluang untuk mempertemukan Daud dengan Pacquiao pada tahun tersebut. Meski demikian, realisasi pertandingan tetap membutuhkan pembicaraan dan kesepakatan lebih lanjut.

Bagi Daud, kemenangan atas Torres menjadi langkah awal untuk memperkuat posisinya dalam mengejar target tersebut. Ia harus terus menunjukkan kesiapan dan menjaga performa apabila ingin mendapatkan kesempatan menghadapi lawan sekelas Pacquiao. (Red/SPC)