KoranDaily.com, Kubu Raya – Dalam penanganan bencana hidrometeorologi berupa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menekan pentingnya penanganan secara cepat, mitigasi meluasnya karhutla, dan keselamatan masyarakat.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Barat saat meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Parit Haji Muksin, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa, 1 September 2026.
Ria Norsan juga menyoroti besarnya tantangan pemadaman di lahan gambut yang dipicu oleh cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius.
Gubernur juga menyoroti besarnya tantangan pemadaman di lahan gambut yang dipicu oleh cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius.
Sebagai bentuk respons cepat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya memprioritaskan pemadaman fisik, tetapi juga menyalurkan bantuan kesehatan berupa masker, vitamin, kacamata, serta pasokan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya guna melindungi warga dari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kekeringan.
Selain fokus pada penyelamatan lingkungan dan masyarakat, aspek penegakan hukum juga menjadi prioritas tegas pemerintah provinsi. Saat ini, kepolisian telah mengamankan dua tersangka pembakaran lahan dari unsur masyarakat di wilayah Kubu Raya. Pemerintah memastikan pengawasan ketat dan tindakan tanpa kompromi bagi siapa saja yang terbukti menjadi dalang kebakaran.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat. Khusus untuk korporasi atau perusahaan yang sengaja membakar lahan, sanksinya tidak main-main, mulai dari pencabutan izin usaha hingga ancaman pidana untuk memberikan efek jera,” kata Ria Norsan.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI-Polri, Manggala Agni, tenaga kesehatan, dan relawan masyarakat.
Gubernur menyatakan, prioritas utama saat ini adalah melindungi kawasan vital seperti Bandara Supadio, menjaga stamina para relawan di garis depan, serta memastikan tidak ada lagi masyarakat maupun perusahaan yang membuka lahan dengan cara dibakar. (Red)







